Selasa, 21 Januari 2014

by. Ang Jasman

ada hangat airmata tumpah sore tadi
di antara kemacetan dan suara klakson

tak ada siul burung nyanyikan hatimu
kau rahasiakan sendiri rindu yang berarak

sering kau berdeham mengusir berat yang menekan
serupa angin diam-diam menerbang debu di trotoar

sesekali kucuri pias wajahmu dengan kerlingku
tapi senyummu telah lama lepas. kau beku

di silang siur kendaraan lampu jalanan mulai menyala
tak terasa senja berlalu begitu saja. tanpa sapa

ada airmata di hitam bening matamu. kau biarkan menetes
di pundakku dalam pedih rindu dan busway yang menderu.

2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar