Minggu, 14 Juli 2013

/ang jasman

senja terus meluncur dengan setia menemani gerimis
aku berpayung rindumu lewat halte tua, bocor dan ditinggalkan
dulu kita berteduh disini dengan tubuh menggigil dan basah

senja terus meluncur bersama bening air matamu melulur wajah
sebentar lagi tembok itu makin meninggi dan memisahkan

senja terus meluncur mengikuti payung rindumu yang menudungi kepala
sepanjang trotoar jalan rasuna said yang basah aku merenungi langkah
wajahmu perlahan terhapus roda-roda mobil dan busway.


4/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar