Minggu, 14 Juli 2013

/ang jasman

Di sela jarum-jarum air terdengar bisik lirih mengetuk
kaca jendela, "Kau mengerti kan kenapa gerimis
panjang menyelimuti malam dingin ini?"
"Ya," aku spontan menjawab, "engkau tak sabar
menunggu di kedalaman hatiku kan."
Seketika kilat berkelebat terang
di jendela, ia mengiyakan dengan
caranya sendiri.


3/2013

Tidak ada komentar:

Posting Komentar