Sabtu, 08 Desember 2012

SIAPA NAMAMU ?

/ang jasman


Bagaimana kusebut namamu? Kau hanya menangkup kepala
lalu merunduk dalam gerimis yang makin rapat. Sore pun kembali
remang seperti tetes air di helai rambutku. Cuma sosokmu tertinggal
 di petang yang menarikan hujan. Aku hanya berharap
pada merpati yang melayang di ketinggian awan esok hari
dari Place Saint Michel.  Namamu segera tertulis di sana dan gambaran
utuh wajahmu juga senyum itu.  Serupa sketsa yang kau buat dalam surat
kertas biru yang kau kirim. Tertoreh diingatanku bayangan dirimu
menari-nari di riak gelombang sungai Seine menyatu
dengan liukan bayang-bayang  gereja Notredame. Kau tak juga
menyebut namamu. Malah langkahmu baur di antara orang-orang
bergegas ke pintu metro. Tinggal aku, petang dan gerimis
tak saling sapa meski menyadari kehadiran masing-masing
dalam sunyi yang tak berbagi.


12/2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar